Terancam Gulung Tikar, PT Megah Putra Kendari Ucapkan Terimakasih Kepada Pelanggan Setia

0
Suzuki Baleno adalah salah satu merk mobil suzuki, dengan tampilan mewah dan fitur-fitur canggih. Foto: indiTIMES

KENDARI, INDITIMES.ID – Dunia bisnis saat ini tengah diuji melalui pandemi, tidak terkecuali bisnis otomotif yang pasarnya ikut carut marut. Kondisi ini menyebabkan PT Megah Putra Kendari sebagai dealer resmi mobil besutan Jepang (Suzuki), menghampiri gulung tikar.

Terlihat dari penjualan yang merosot tajam dari target perbulannya 100 unit, malah hanya menjual 10 unit saat puncak corona. Namun kurva penjualannya kembali menanjak memimpin pasar kendaraan roda empat di Sultra mengalahkan kompetitor, dan sebulan terakhir kembali merosot diangka 60 unit perbulannya.

Saat dikonfirmasi Head Promotion PT Megah Putra Kendari, Rahmad La Dae, Kamis 12 November 2020, tidak menampik kemungkinan gulung tikar pun tidak mengiyakan. Lelaki yang juga terjun menjadi youtuber ini hanya senyum saat ditanyai kondisi suzuki kini khususnya di Kota Kendari.

“Saya hanya ingin mengucapkan terimakasih kepada pelanggan-pelanggan setia Mobil Suzuki, juga kepada calon pelanggan yang tertarik dengan mobil suzuki, serta konsumen setia yang menggunakan jasa service bengkel resmi suzuki,” katanya di Showroom Mobil Suzuki.

Dia juga membenarkan pasar otomotif saat ini sangat lusuh alias carut marut, sehingga untuk mencapai penjualan diangka 100 unit perbulan seperti sebelum-sebelumnya, butuh kerja keras berkali kali lipat dari sebelumnya.

“Kecuali kita berdarah-darah dulu, baru bisa dapat 100 unit perbulannya. Sekarang kita paling mentok diangka 90 unit itu sudah paling tinggi. Bulan kemarin kita hanya 60 unit. Dan kita tidak mungkin bertahan dengan kondisi pasar begini,” katanya menyayangkan kondisi saat ini.

Baca Juga  Berikut Jadwal Rapid Tes Divisi Dump Truck, Electric, dan Welder PT VDNI

Sebelumnya, pihak PT Megah Putra Kendari lebih memilih mengurangi jam kerja karyawannya dengan konsekuensi pemotongan gaji, ketimbang melakukan tindakan PHK dengan alasan kebersamaan.

“Mending jatuh bersama-sama, ketimbang mengorbankan sebagian karyawan dimana kita sudah seperti keluarga sendiri. Apalagi di tengah pandemi saat ini, dimana lapangan kerja sangat susah,” tandasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here