Rencana Pembangunan Kawasan Industri PT IKIP Routa Telan Anggaran US$ 5 Miliar

0
Kadis Penaman Modal dan PTSP Kabupaten Konawe, Ir. H. Burhan, M.Si. Foto : indiTIMES.id

KONAWE, INDITIMES.ID – Setelah PT Virtue Dragon Nickel Industry, Kabupaten Konawe dibawah pemerintahan Kery Saiful Konggoasa dan Gusli Topan Sabara, kembali membuktikan baktinya dengan menghadirkan mega industri PT Indonesia Konawe Industrial Park (IKIP) yang berlokasi di Kecamatan Routa.

Pemda Konawe melalui Kadis Penaman Modal dan  PTSP Kabupaten Konawe, Ir. H. Burhan, M.Si., kepada indiTIMES.id, Selasa 22 Desember 2020 mengatakan PT IKIP merupakan industri pemurnian nickel dan pabrik  baterai litihium pengganti BBM.

“Lebih besar dari morosi, investasinya lebih besar. Buktinya, morosi sekarang hanya 2253 hektar sesuai SK Lokasinya sedangkan PT IKIP yang berlokasi di Routa memiliki luas kawasan kurang lbh 3.500 hektar,” katanya.

Dengan mayoritas investor dari Tiongkok, PT IKIP menanamkan  modalnya sebesar 5 miliar US dolar atau sekitar  Rp70 triliun (kurs Rp.14.000/1$), dalam operasinya nanti PT IKIP  akan bekerjasama dengan PT IMIP untuk pengolahan bahan baku, rencana pengiriman material dari Routa ke PT IMIP  Morowali menggunakan sistem konveyor.

“Bahkan tidak menutup kemungkinan akan dibangun rel kereta khusus pengangkutan tambang untuk memuat material dari Routa ke Morowali dengan jarak kurang lebih  40 km. Karena wilayah ini masih wilayah daratan walaupun beda provinsi, Sultra dan Sulteng, bahkan tidak menutup kemungkinan akan tersambung juga rel keretanya ke kawasan industri Morosi di Kab  Konawe, ” bebernya.

Baca Juga  Resmi Dibuka Hari Ini, Ayo Kunjungi Claro Wedding Festival!

Burhan mengatakan kemungkinan tahun depan pembangunan pabrik  akan dimulai, karena saat ini tinggal menunggu keputusan pusat dalam hal ini Kementerian Kehutanan untuk penurunan status hutan ke Areal Penggunaan Lain (APL) atau pinjam pakai.

“Prosesnya sekarang tinggal di pusat, karena sebagian di sana merupakan kawasan hutan produksi, dan kawasan hutan produksi terbatas. Jadi tidak bisa dipakai langsung, harus ada penurunan status ke APL atau pinjam pakai baru bisa action. Untuk perizinan sudah mulai jalan, di kabupaten sudah selesai, provinsi sedang proses dan setelah itu dilanjutkan ke tingkat  pusat,” jelasnya.

Nantinya PT IKIP akan bekerjasama  dengan Sulawesi Cahaya Mineral untuk memulai pembangunan pabrik tahun depan.

Perlu diketahui baterai lithium merupakan pengganti bahan bakar minyak, untuk wilayah  Eropa sendiri sudah di ancang2 pada di tahun 2023-2025 akan beralih dari kendaraan menggunakan BBM ke baterai lithium yang menghasilkan tenaga listrik untuk menggerakan kendaraan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here