Jadi Tuan di Rumah Sendiri, Pemda Konawe Sediakan 25 Hektar Lahan Pendirian Politeknik Industri

0
Utusan Menko Luhut Binsar Pandjaitan disambut Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan yang mewakili Bupati Kery Saiful Konggoasa, 29 Desember tahun lalu. Foto: Doc INDITIMES

KONAWE, INDITIMES.ID – Kabupaten Konawe selain terkenal sebagai daerah lumbung beras, juga dikenal melalui mega industri pertambangan yang menyerap ribuan tenaga kerja, PT VDNI dan PT OSS berdiri kokoh di Kecamatan Morosi.

Meskipun menyerap ribuan Tenaga Kerja Lokal (TKL), namun tidak dapat dipungkiri untuk tenaga ahli kedua perusahaan besar ini masih mengimpor dari Tiongkok. Berangkat dari kondisi ini, Pemda Konawe berkeinginan menciptakan tenaga ahli dari putra putri daerahnya. Dengan demikian, penyerapan Tenaga Kerja Asing (TKA) dapat dikurangi atau dengan kata lain putra daerah menjadi tuan di rumah sendiri.

Awalnya, pendirian politeknik ini akan dilaksanakan di lingkungan PT VDNI. Namun dikarenakan VDNI sebagai kawasan industri dalam artian izin usahanya yakni konsentrasi ke industri. Sedangkan politeknik peruntukkannya untuk pendidikan, karena izin yang yang berbeda ini Pemda Konawe memutuskan pendirian politeknik di pindahkan di daerah Kecamatan Pondidaha.

Belum ada penjelasan secara terperinci oleh Sekda Konawe, Ferdinand Sapan, saat diwawancarai INDITIMES.ID, Selasa 05 Januari 2021. Ia hanya memastikan 25 hektar lahan akan disiapkan pemda untuk pembangunan politeknik yang dilakukan secara bertahap, pun total anggarannya belum dibocorkan.

Dari 25 hektar luasan lahan tersebut, tahun ini Pemda Konawe bersama PT VDNI akan memanfaatkan lima hektar dari lahan yang ada guna membangun infrastruktur.

Kedepannya, saat politeknik tersebut mulai beroperasi Ferdi menekankan putra daerah akan jadi prioritas untuk mengenyam pendidikan di tempat tersebut tentunya dengan proses seleksi lumayan ketat menggunakan passing grade secara akademi.

Baca Juga  Stabilkan Harga Gabah, Pemda Konawe Wajibkan ASN Beli BerasKita
Bupati Kabupaten Konawe, Kery Saiful Konggoasa saat bertemu dengan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Indonesia, Jenderal TNI Luhut Binsar Pandjaitan, M.P.A., guna melobi pendirian Politeknik Industri. Foto: Doc Humas Pemda Konawe.

Sebelumnya 29 Desember 2020, menindak lanjuti pendirian politeknik utusan Menko Luhut berkunjung ke Konawe guna menggelar Rakor persiapan pembangunan politeknik di Konawe.

Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan mengutus Prof Yohanes Surya PhD selaku penasehat khusus Menteri Bidang Informasi dan Teknologi. Dalam lawatan tersebut, utusan Menko Luhut Binsar Pandjaitan disambut Sekretaris Kabupaten (Sekab) Konawe Ferdinand Sapan yang mewakili Bupati Kery Saiful Konggoasa.

Penasehat khusus Menteri Bidang Informasi dan Teknologi Kemenko Marves RI, Prof Yohanes Surya PhD, mengatakan, dari hasil fasilitasi bersama Pemkab Konawe, diputuskan bahwa pembangunan Politeknik Industri di Konawe akan dilakukan oleh PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI). Politeknik itu, nantinya akan berada dibawah naungan yayasan yang dibentuk dari kolaborasi Pemerintah Provinsi (pemprov) Sultra dan Pemkab Konawe.

Prof Yohanes mengatakan didalam yayasan itu, Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pembina yakni Gubernur Sultra dan Bupati Konawe. Dengan demikian, peran pemerintah akan sangat nyata dalam pembangunan Politeknik tersebut.

Ketua dan Wakil Ketua Dewan Pembina yayasan tempat bernaung Politeknik Industri berskala internasional tersebut, nantinya akan mengarahkan kelanjutan pembangunan Politeknik Industri di Konawe. Sehingga, kampus Politeknik tersebut nantinya bisa berjalan beriringan dengan program-program pemerintah.

Politeknik Industri nantinya akan menghasilkan SDM yang siap untuk dipekerjakan di perusahaan tambang di wilayah setempat. Muaranya, sambung Prof Yohanes Surya, bakal mensejahterakan masyarakat Sultra khususnya penduduk asli Konawe. Apalagi, di Konawe sudah banyak investor asing yang menanamkan modalnya.

Baca Juga  Pengurus Daerah JMSI Sultra Dilantik Besok

Dikatakannya jika pekerjanya orang asing, kemana orang lokalnya. Dengan adanya Politeknik, orang lokal bisa dididik secara internasional. Sehingga dia bisa bekerja di perusahaan internasional yang ada di Konawe.

Mega Industri PT VDNI Morosi, saat ini mempekerjakan ribuan TKL. Sayangnya, untuk tenaga ahli perusahaan ini masih mentransfer dari Tiongkok. Foto: Doc INDITIMES

Prof Yohanes Surya memproyeksi, pembangunan kampus Politeknik Industri di Konawe bisa dilakukan pada tahun depan (2021,red). Hanya saja, ia mengaku tidak tahu persis berapa anggaran pembangunan kampus tersebut. Biaya pembangunan kampus Politeknik itu, lanjutnya, bersumber dari PT VDNI.

Lebih jauh dirinya mengatakan, dalam pengamatan Kemenko Marves RI, investasi di Konawe tumbuh begitu subur. Sumber daya alam (SDA) yang melimpah didukung iklim investasi yang nyaman, membuat banyak investor tertarik menanamkan modal di Konawe. Imbasnya, tingkat pertumbuhan ekonomi di Konawe bisa menyentuh angka 9,20 persen ditahun 2019 kemarin. Angka dinilai pihaknya sangat bagus dibanding banyak daerah lain se-Indonesia. Muara dari tingginya investasi yang masuk ke Konawe.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here