Kawasan Industri Routa Bakal Menyerap 16 Ribu Tenaga Kerja

0
ilustrasi

KONAWE, INDITIMES.ID – Satu lagi kawasan industri pemurnian biji nickel (PT IKIP Group) akan beroperasi di Kabupaten Konawe, kawasan ini bahkan disebut-sebut akan menyerap tenaga kerja lebih banyak dibanding kawasan industri di Morosi.

Melalui keterangannya, Sekretaris Daerah Konawe, Ferdinand Sapan, Kamis 07 Januari 2021 lalu mengatakan hal yang pasti jika nanti kawasan industri yang berada di Kecamatan Routa akan menyerap tenaga kerja lebih banyak dibanding Morosi.

“Sudah pasti menyerap tenaga kerja lebih banyak, makanya kenapa kita di Sultra, Konawe khususnya tidak mau kalau kawasan strategis nasional itu tidak masuk dalam kawasan inti karena kita akhirnya tidak bisa membangun suatu kawasan industri.  Kalau kawasan indstri terbangun berarti produksi dari hulu sampai ke hilir itu kemungkinan ada di situ, bukan hanya menjual bahan mentah,” katanya.

Dengan sistem kawasan industri dari hulu hingga hilir dalam artian dari proses bahan mentah, menjadi setengah jadi, bahan jadi dan turunannya otomatis membutuhkan tenaga kerja yang cukup banyak. Penyerapan ribuan tenaga kerja nantinya akan menurunkan angka pengangguran di Konawe yang berimbas positif terhadap pertumbuhan ekonomi.

Kawasan industri dengan total investasi kurang lebih Rp68 Triliun, saat ini sudah mulai membangun kawasan perkantoran, dan disebut-sebut Juni 2021 akan memulai mengelola bahan mentah untuk dikirim ke wilayah lain.

“Diperkirakan Juni 2021, tetapi itu dari mengelola bahan mentahnya saja untuk dikirim ke wilsesuiayah lain,” bebernya.

Baca Juga  BPR Bahteramas Konawe Gathering Bersama Kepala Desa se-Kecamatan Padangguni

Ditempat berbeda, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), Ir. H. Burhan, M.Si., mengatakan PT IKIP Group akan menyerap kurang lebih 16 ribu tenaga kerja.

“Disana mereka sudah mulai membangun kawasan perkantoran, untuk lahan yang statusnya sudah APL (Area Penggunaan Lain).  Nantinya, penyerapan tenaga kerjanya sesuai yang telah disampaikan oleh PT IKIP Group ini bahwa paling kurang 16 ribu tenaga kerja,” jelasnya.

PT IKIP Group sendiri memiliki luasan kawasan lebih dari tiga ribu hektar, sebagian kawasan sedang dalam proses penurunan status ke APL atau pinjam pakai. Sama halnya dengan Mega Industri yang ada di Morosi, PT IKIP juga akan bertahap dalam merekrut tenaga kerja.

 

 

 

 

 

 

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here