Awas!! VTube Entitas Ilegal Manfaatkan Lesunya Kondisi Ekonomi

0
Kepala OJK Sultra, Muh Fredly Nasution. Foto: ist

KENDARI, INDITIMES.ID – Sulitnya kondisi ekonomi masyarakat Indonesia, terlebih ditengah pandemi saat ini banyak dimanfaatkan pihak-pihak tertentu untuk melakukan penipuan melalui penawaran yang menggiurkan.

Salah satunya yang dilakukan oleh PT Future View Tech atau yang lebih dikenal dengan VTube. Entitas ini menawarkan keuntungan Rp200 ribu sampai Rp70 juta hanya dengan mengklik iklan, atau menonton iklan diaplikasinya.

Mengapa VTube kemudian menjadi ilegal?, Kepala Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Sultra, Muh Fredly Nasution, kepada indiTIMES.ID, Kamis 28 Januari 2021 mengatakan hal krusial yang menjadikan VTUbe ilegal karena tidak terdaftar di OJK dan ,otoritas terkait lainnya.

“Itulah sebabnya pada Siaran Pers Satgas Waspada Investasi (SWI) bulan Juli 2020 telah diinformasikan bahwa VTube adalah entitas investasi ilegal,” jelasnya.

Penghasilan yang ditawarkan memang sangat menggiurkan, hanya dengan mengklik iklan maka pundi-pundi rupiah mengalir, ditambah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang susah saat ini, siapa saja pasti akan tergiur. Namun, dengan posisi entitas ilegal maka lebih banyak akan merugikan masyarakat atau membernya.

“Jikalau ditetapkan ilegal jelas ada potensi kerugian baik materiil dan imateriil. Misalnya, dengan tidak legal atau tidak berizin, sudah pasti tidak ada pihak yang mengawasi entitas dimaksud termasuk perlindungan konsumen,” katanya.

Untuk menarik masyarakat menjadi member, VTube menggunakan modus atau skema ponzi. Skema ponzi sendiri adalah modus investasi ilegal yang memberikan imbal hasil atau keuntungan dari uang investor itu sendiri, atau istilah lainnya gali lubang tutup lubang.

Baca Juga  CPNS Dibuka April, Bersiap Ada 1,3 Juta Lowongan

“Skema ini tidak memiliki bentuk atau dasar bisnis atas dana atau modal yang diinvestasikan oleh investor. Biasanya, skema ponzi menggunakan daya promosi atau bujukan kepada investor baru (member,red) dengan menawarkan keuntungan tinggi bahkan tidak wajar jika dibandingkan investasi lain. Saran kami, lebih baik mencegah daripada mengobati,” bebernya.

Terlebih untuk menjadi member VTube dibutuhakn foto dari KTP Asli , dengan pemberian data diri kepada entitas ilegal berpotensi disalahgunakan, dan tentu jika ada dampak negatif, hal tersebut merupakan konsekuensi yang akan ditanggung konsumen yang secara sadar memberikan  informasi pribadi.

“Mencegah lebih baik dari mengobati. Oleh sebab itu, perhatikan 2L, legal dan logis dari entitas untuk berinvestasi. Apalagi sudah diinformasikan oleh SWI bahwa entitas tersebut nyata-nyata ilegal. Jangan tergiur keuntungan tidak wajar dan serba instan termasuk dengan embel-embel promosi melalui tokoh masyarakat, atau orang-orang terkenal lainnya,” tandasnya.

Alumni fakultas hukum ini membeberkan kasus investasi ilegal oleh Exp Asset di Baubau, dan Wakatobi. Awalnya member dari Exp Asset mengatakan tidak adanya kerugian, namun kenyataannya sekarang member mulai gelisah, dan geram karena web sempat mati, dan dananya tidak bisa diambil kembali.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here