Dinahkodai Kery, Konawe Mencapai Puncak Gemilang Melalui Investasi dan Pertanian

0
Bupati Kery Saiful Konggoasa (KSK) saat menyampaikan sambutannya saat Musrenbang. Foto: INDITIMES

KONAWE, INDITIMES.ID : Tidak salah, jika akhirnya Bupati Kabupaten Konawe Kery Saiful Konggoasa (KSK) dijuluki sebagai pemimpin masa depan, pasalnya dimasa kepemimpinannya saat ini Konawe mencapai puncak gemilangnya sebagai daerah surga investasi dan lumbung beras.

Tidak salah jika akhirnya mantan Ketua DPRD Konawe tersebut menyebut jika Kabupaten Konawe adalah masa depan Indonesia. Hal ini dikatakannya saat pelaksanaan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrembang) tingkat kabupaten di salah satu hotel di Kota Unaaha, Rabu 07 April 2021 dengan tema “Mempererat Basis Perkonomian Daerah dan Pelayanan Dasar Menuju Transformasi Ekonomi yang Inklusif”.

“Jangan malu menjadi orang Konawe. Konawe ini adalah masa depan Indonesia. Kita sudah buktikan itu,” tegas Kery.

Menurutnya, saat ini Konawe membuka diri menjadi daerah surga investasi. Ungkapan itu bukan sekadar isapan jempol belaka. Tercatat, tahun 2020, nilai investasi yang masuk ke Konawe mencapai Rp36,2 T.

Besarnya investasi yang masuk juga sejalan dengan terbukanya lapangan kerja. Di VDNI dan OSS saat ini ada puluhan ribu tenaga kerja lokal yang direkrut. Mereka adalah pekerja dari Konawe, daerah-daerah lain di Sultra, bahkan dari provinsi lainnya di Indonesia.

“Investasi terbesar dan yang membuka lapangan kerja besar-besaran itu ada di Morosi (VDNI dan OSS). Nanti, investasi yang tidak kalah besar lainnya akan segera dibuka di Routa. Konawe akan kembali diserbu pada pencari kerja dari seluruh Indonesia,” terangnya.

Baca Juga  Minahasa Tenggara Lirik Pertanian Konawe

Sedangkan dari sisi pertanian, Konawe siap menjadi penyangga kebutuhan pangan nasional, khususnya Indonesia Timur.

“Kita punya lahan sawah 42,5 ribu hektar. Sekali panen dengan rata-rata minimal 5 ton gabah per hektarnya, itu sudah 212,5 ribu ton gabah. Bayangkan kalau setahun kita bisa dua sampai tiga kali panen. Produksi ini sudah bisa menyangga kebutuhan pangan di luar Konawe, bahkan ke daerah lain di luar Sultra,” tambahnya.

Dua hal tersebut, menjadikan Konawe sebagai masa depan Indonesia. Menjadi daerah dengan surga investasi yang menyediakan stok lapangan kerja, serta menjadi daerah lumbung ketahanan pangan.

Untuk menjadikan Konawe sebagai masa depan Indonesia, tentunya SDM menjadi hal yang krusial. Seperti yang disampaikan Munawar Taligana selaku Ketua Panitia Musrenbang, melaporkan salah satu tantangan sumber daya manusia (SDM) Konawe saat ini adalah perubahan itu sendiri. SDM saat ini perlu melakukan penyesuaian-penyesuaian terhadap perkembangan kinerja yang sudah banyak berbasis teknologi.

Olehnya, Menurut Munawar, ada enam poin pokok yang menjadi pembahasan di SIPD. Pertama, pemerataan layanan dasar. Kedua, peningkatan produksi pertanian. Ketiga, mendorong kawasan industri dan investasi. Keempat, meningkatkan program infrastruktur. Kelima, meningkatkan kapasitas OPD. Dan yang terakhir, mendorong pengelolaan saranan dan prasarana lingkungan.

Ditempat yang sama, Ketua DPRD Konawe, H. Ardin memberikan janji, DPRD Konawe akan betul-betul menjaga fungsinya sebagai lembaga legislasi dan penganggaran. Ia tidak menginginkan DPRD jadi instrumen semata dalam pengesahan program.

Baca Juga  Pastikan Ketersediaan Pangan, Koltim Launching Peta Ketahanan Pangan

Ardin mencontohkan, salah satu upaya DPRD Konawe dalam menyelesaikan permasalahan yang ada di Konawe adalah terkait dibukanya blokir 52 desa. Ia mengungkapkan, persoalan 291 desa se-Kabupaten Konawe yang tidak ada lagi masalah adalah bagian dari tugas yang telah diselesaikan DPRD Konawe dengan baik.

Dengan sinergitas yang ada dari berbagai pihak yang terkait, maka tidak salah kiranya jika Kabuapten Konawe menjadi masa depan Indonesia.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here