Hindari Kejenuhan, Pemda Konawe Rotasi Pimpinan SKPD

0
Sekda Konawe, Ferdinand Sapan (kanan), melantik dan mengambil sumpah jajaran pimpinan SKPD yang baru. Foto : ist

KONAWE, INDITIMES.ID – Untuk menghindari kejenuhan kerja, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe lakukan rotasi di jajaran pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD), dua staf ahli dan satu asisten, yang dilaksanakan Senin 31 Mei 2021.

Berikut daftar pimpinan SKPD yang baru dan berganti, serta staf ahli dan asisten:

  1. Ir. Muh. Syahrullah jabatan sebelumnya Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) jabatan baru Staf Ahli Bupati Konawe.
  2. Samsul, S.E., M.SA jabatan sebelumnya Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan jabatan baru Staf Ahli Bupati Konawe.
  3. Daud Sirupa, S.E., M.Si. jabatan sebelumnya Kepala Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana jabatan baru Asisten I.
  4. Ilham Jaya, S.T., M.M. jabatan sebelumnya Kepala Dinas Lingkungan Hidup jabatan baru Kepala Badan Kepegawaian Daerah, Pendidikan dan Pelatihan.
  5. Dr. H. Herianto Wahab, M.Kes. jabatan sebelumnya Kepala Satuan Polisi Pamong Praja jabatan baru Kepala Dinas Lingkungan Hidup.
  6. Nasruddin, S.H., M.H. jabatan sebelumnya Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika jabatan baru Kepala Satuan Polisi Pamong Praja.
  7. Drs. Muhammad Akib Ras, M.Si. Rais jabatan sebelumnya Asisten I jabatan baru Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika.
  8. H. Gunawan Samad, SP, M.Si jabatan sebelumnya Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan jabatan baru Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura.
  9. Ir. Syahrudin, M.Si. jabatan sebelumnya Kepala Dinas Pertanian, Tanaman Pangan dan Holtikultura jabatan baru Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan.
Baca Juga  Tahap I, Dinsos Konawe Salurkan Sekitar 380 Ton Beras Untuk 12699 KPM PKH

Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe, Ferdinand Sapan, bertindak sebagai pelantik dan pengambil sumpah atas nama Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa, yang dilaksanakan di Ruang Kerjanya.

Penyegaran jajaran pimpinan SKPD merujuk pada Surat Keputusan Bupati Konawe Nomor 15 tahun 2021 sesuai surat rekomendasi Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN) dan hasil uji kompetensi pada bulan Mei 2021.

Sementara itu, dua SKPD masih berstatus kosong yaitu Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) dan Dinas Pengendalian Penduduk dan Keluarga Berencana.

Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Sekda Konawe, Ferdinand mengatakan dalam setiap organisasi mutasi promosi maupun rotasi bertujuan untuk penataan organisasi, pengembangan karir dan pembinaan pola karir dengan kualifikasi kompetensi pejabat yang bersangkutan.

Di sisi lain, bertujuan meningkatkan wawasan, pengetahuan dan pengalaman kerja, serta menghindari terjadinya kejenuhan kerja pada satu OPD.

“Rotasi atau penyegaran ini sangat dibutuhkan untuk membantu bupati dalam membangun daerah, dan merupakan angin segar untuk kemajuan daerah,” kata Kery dalam sambutannya.

Kery berpesan, ASN harus menjadi teladan masyarakat dalam mendorong penyelenggaraan pembangunan di seluruh Kabupaten Konawe. Sebabnya, peranan pemerintah merupakan perwujudan harapan masyarakat untuk menciptakan Sumber Daya Manusia yang dapat bersaing secara intelektual.

Olehnya untuk pejabat yang baru dilantik diharapkan mampu ulet dalam mewujudkan pembangunan di berbagai pembangunan di berbagai bidang.

Baca Juga  DPRD Morut Ucapkan Terima Kasih Pada PT VDNI

Sementara itu, Sekda Konawe Ferdinand dalam sambutan lainnya menyampaikan pelantikan itu jangan membuat kita akhirnya seakan-akan salah alamat. Sebab pelantikan adalah tanggung jawab sebagai ASN untuk ditempatkan dimana saja.

“Jangan pernah menyalahkan orang yang memindahkan kita. Semua ada hikmahnya. Hikmahnya ialah kita harus menunjukkan kinerja kita dimanapun kita ditempatkan,” kata Ferdinand.

Ia menjelaskan, kepemimpinan saat ini sudah menganut pola kepemimpinan adaptif yaitu kemampuan seseorang untuk melihat dinamika dan meresponnya secara positif baik peluang maupun masalah.

Dijelaskan, kepemimpinan adaptif ialah pemimpin yang berfikir posisi bukanlah masalah. Pola kepemimpinan ini untuk menghadapi masalah kepemimpinan di masa mendatang.

“Jadi jangan hanya merespon semua peluang tiba muncul masalah tidak tau harus apa,” ujar Ferdinand.

Di akhir, Ferdinand berpesan agar para pimpinan SKPD yang baru dilantik bisa memaksimalkan penggunaan Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE) yang mengandalkan kecepatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here