Hasil Panen Melimpah Harga Gabah Anjlok, Kadis Pertanian : Ini PR Buat Saya

0
Petani melakukan penanaman perdana MT2 program IP300 di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe. Foto : inditimes

KONAWE, INDITIMES.ID – Program sejuta ton beras Pemerintah Kabupaten Konawe sukses terlaksana, bukan hanya pangan yang terjaga tapi ekspor pun dilakukan karena surplusnya hasil panen.

Namun demikian, meskipun ekspor beras dan pembelian gabah telah dilakukan oleh Bulog masyarakat masih megeluhkan pemasaran gabah hasil panen mereka. Pasalnya banyak hasil panen yang harus dijual dengan harga jauh dari standar Bulog, menjadi wajar dimana hukum ekonomi berlaku apabila barang melimpah maka harga turun.

Hal ini seperti yang disampaikan oleh Ketua Koperasi SRK, I Made Mirtan, di lokasi giat Musim Tanam (MT) 2 perdana untuk program IP 300, di Kelurahan Mataiwoi, Kecamatan Tongauna, Kabupaten Konawe, Kamis 03 Juni 2021.

“Kendala yang dihadapi petani saat ini adalah pemasaran, kami siap mewujudkan program IP300. Tapi kalau kami mengikuti jadwal tanam program tersebut, kami hanya bisa menanam dan menanam sementara harganya anjlok. Ini yang bikin kami tidak semangat,” katanya.

Harga anjlok ditambah lagi kelangkaan pupuk, ibarat sudah jatuh tertimpa tangga pula. Dia mengatakan petani memiliki uang, tetapi barang (pupuk,red) langka atau susah didapatkan.

“Kuota pupuk di MT 1 sudah habis, ini jadi kendala juga. Di koperasi kami siapkan 800 sak pupuk non subsidi, yang jadi masalah bagaimana dengan teman kami yang tidak terekrut di koperasi, mereka cari celah untuk memperoleh pupuk saja setengah mati. Uang ada, tapi barang untuk beli itu (pupuk,red) langka,” keluhnya.

Baca Juga  Tindaki Balapan Liar, Satlantas Polres Konawe Intenskan Patroli

Sementara itu, ditempat yang sama menjawab keluhan petani melalui Ketua Koperasi SRK, Kadis Pertanian yang baru H Gunawan Samad, SP., M.Si., berjanji akan mencari solusi atas apa yang dihadapi petani Konawe saat ini dengan hasil panen yang melimpah.

“Masalah yang dihadapi petani saat ini merupakan PR baru buat saya, mengenai pemasaran dan kelangkaan pupuk akan kami duduka bersama dengan pimpinan dalam hal ini Bupati dan Wakil Bupati untuk mencarikan solusinya, dan mensejahterakan kehidupan petani,” singkatnya.

Sebelumnya, untuk mengatasi melimpahnya hasil panen dan memutus mata rantai tengkulak yang menyebabkan anjloknya harga, Bupati Konawe Kery Saiful Konggoasa menawarkan beberapa solusi yang akan dilaksanakan sesegera mungkin.

Diantara solusi tersebut yakni, keharusn ASN Konawe membeli beras petani, ekspor antar daerah dan antar provinsi, dan mendistribusikan beras ke karyawan di Mega Industry VDNI dan OSS.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here