Perekrutan CTKL PT VDNI dan OSS Pakai Mahar Adalah Ulah Oknum

0
Test skill yang dilakukan kepada CTKL PT VDNI dan PT OSS. Foto : Doc

KONAWE, INDITIMES.ID – Pengambil alihan perekrutan Calon Tenaga Kerja Lokal (CTKL) PT VDNI dan PT OSS oleh Pemkan Konawe, dimaksudkan agar tidak ada lagi pungutan liar (pungli).

Namun ternyata hal tersebut hanya isapan jempol belaka,  pungutan liar dalam perekrutan masih saja dilakukan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab, dengan memberikan uang atau mahar agar lolos menjadi TKL di PT VDNI dan PT OSS.

Berdasarkan info yang dihimpun, mahar yang dibayarkan oleh CTKL bervariasi mulai dari Rp3-6 juta. Parahnya, CTKL yang menggunakan jasa oknum ini harus memberikan uang muka atau DP.

Alasan CTKL tergiur memberikan mahar dikarenakan para oknum  mengaku memiliki pengaruh dalam perekrutan yang dilaksanakan oleh Pemkab Konawe.

Hal tersebut diungkapkan salah satu TKL PT VDNI yang lulus dalam seleksi Calon TKL yang dilakukan Pemda Konawe, dimana dirinya harus mengeluarkan uang sebesar Rp4 juta untuk bisa bekerja di PT VDNI.  DP Rp1 juta, sisanya dibayarkan setelah dinyatakan lulus menjadi TKL.

“Awalnya saya ditawarkan sebesar Rp6 juta, namun saya tawar karena kemampuan saya hanya Rp4 juta, setelah itu saya DP Rp1 Juta. Dan oknum itu kemudian menyuruh saya memenuhi persyaratan untuk mengikuti tes yaitu Foto Copy KTP dan Kartu Keluarga, setelah saya dinyatakan lulus saya harus membayar sisanya,” kata TKL yang tidak mau disebutkan namanya yang saat ini bekerja di Control Room.

Baca Juga  Anggaran Dampak Sosial Covid-19 Dipangkas Sisakan Rp1 Miliar

Salah satu TKL yang juga lulus tes melalui Seleksi Pemda Konawe, yang saat ini bekerja di Divisi Dumptruck juga berbagi cerita, dirinya memberikan mahar sebesar Rp6 juta untuk bisa lulus di Divisi Dump Truck. Dan sebelum mengikuti tes dia harus membayar DP sebesar Rp2 juta, sisanya dibayar setelah diterima menjadi pekerja di Divisi Dump Truck PT VDNI.

“Oknum itu mengaku dari Pemda Konawe, menawarkan kepada saya, dan bukan hanya saya yang ditawarkan. Sebelumnya ada yang urus dan dia lulus jadi saya mau juga diuruskan supaya bisa bekerja,” kata TKL yang juga tak mau disebutkan namanya.

Namun nasib baik dua TKL diatas tak seberuntung Calon TKL, Fatmawati dan Rostina yang telah membayar DP sebesar Rp1 juta, kepada oknum dengan bukti kwitansi bermaterai dengan isi materai bertuliskan “titipan sementara” belum mendapatkan panggilan. Di mana dirinya telah membayar DP ditanggal 10 Juni lalu, namun hingga kini namanya belum pernah ada di daftar pengumuman TKL yang lulus bekerja di PT OSS.

“Sudah empat bulan mi saya tunggu belum ada, saat itu saya ditawari Rp3,5 juta untuk lulus tes, dan saya sudah DP tidak ada kabar sampai sekarang. Dan kalau memang saya tidak bisa lulus uang saya bisa dikembalikan, karena uang itu juga saya pinjam,” katanya.

Baca Juga  6 SD di Konawe Terima Bantuan 85 Unit Komputer

Menanggapi hal tersebut, Kepala Bagian Humas dan Protokoler Sekretariat Daerah Konawe, Sukri Nur, Rabu 13 Oktober 2021, mengatakan, perekrutan CTKL di PT VDNI maupun PT OSS tidak dipungut biaya apapun.  Kecuali biaya swab atau rapid yang ditanggung oleh CTKL.

“Jadi kita tidak membayar sepeserpun. Semuanya dilakukan dengan gratis. Tujuan utama perekrutan diambil alih oleh Pemda Konawe salah satunya adalah untuk memangkas pungli yang sebelumnya kerap terjadi. Dan kita juga inginkan pengangguran di Konawe dan Sultra ini berkurang, itu sudah terbukti,” ujarnya.

Sukri mengungkapkan, ada banyak calo-calo di luar sana yang mengatasnamakan diri dari Pemda. Mereka bahkan sudah berani menawarkan langsung jasa percaloannya di media sosial, seperti facebook.

“Di FB mereka (calo) tawarkan jasa kalo mereka bisa bantu urus masuk kerja. Biasanya lengkap dengan nomor hapenya. Parahnya banyak yang percaya. Makanya di sini saya cuma mau bilang untuk jangan lagi percaya kalo ada yang tawarkan seperti itu. Apa lagi sampai harus membayar 3 juta,” jelasnya.

Sukri menambahkan, saat ini proses perekrutan CTKL PT VDNI dan OSS masih terus berjalan. Setiap pendaftar kemungkinan besar pasti akan masuk. Namun diharapkan untuk bersabar mengantri, karena membludaknya pelamar.

“Kalau namanya belum keluar pada pengumuman saat ini, biasanya akan keluar pada pengumuman selanjutnya. Makanya harap bersabar, yang jelasnya proses penerimaan karyawan masih terus berjalan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here