IAIN Kendari Raih Harapan II di OASE PTKI se Indonesia

0
Ket. Kontingen IAIN Kendari usa mengikuti OASE II PTKI se Indonesia, Sabtu (27/11/2021). Doc IAIN Kendari

KENDARI – Kegiatan Olimpiade Agama, Sains dan Riset (OASE) PTKI se-Indonesia yang telah berlangsung sejak 6 November 2021 baik secara daring maupun luring resmi ditutup. IAIN Kendari berhasil meraih juara harapan II pada cabang lomba karya inovasi nanoteknologi setelah sebelumnya lolos pada babak grand final.

 

Rektor IAIN Kendari, Faizah binti Awad, menuturkan, pihaknya mengapresiasi perjuangan mahasiswa Prodi Tadris IPA Fakultas Tarbiyah dan Ilmu Keguruan IAIN Kendari, Pramanda Alfhandy dan Satriyadi Bilyan Sanggala dalam kompetisi sains tingkat nasional tersebut.

 

“Tidak mudah mengalahkan inovasi mahasiswa dari kampus ternama lainnya. Alhamdulillah, kita patut bersyukur atas pencapaian dan kami mengapresiasi karena mampu berada pada posisi kelima di antara Universitas Islam Negeri,” ucapnya.

 

Kegiatan tersebut ditutup secara langsung oleh Direktur Jenderal Pendidikan Islam, Muh. Ali Ramdhani, Sabtu (27/11/2021) di Lapangan Utama UIN Ar-Raniry Banda Aceh. Diketahui, IAIN Kendari lolos pada babak grand final usai menyingkirkan sekitar 90 peserta lainnya dari kampus PTKI se Indonesia.

 

Berikut ini peringkat Karya Inovasi Kategori Nanoteknologi : UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, UIN Ar-Raniry Banda Aceh, UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, UIN Sultan Syarif Kasim Riau, IAIN Kendari, dan UIN Walisongo Semarang. 

 

IAIN Kendari menjadi satu-satunya IAIN di kawasan timur Indonesia yang meraih juara pada event OASE tahun 2021. Dosen Pembimbing, Zul Arham berharap, lomba nanoteknologi menjadi pengalaman dan pembelajaran bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreasi dan inovasi serta knowledge agar mampu bersaing dengan mahasiswa PTKI lainnya.

 

“Kita masih perlu meningkatkan kapasitas dan kemampuan kita untuk bisa meraih prestasi yang lebih baik. Setelah ini kita harus melakukan pembinaan intensif untuk menghadapi OASE dua tahun mendatang,” ucap dosen kimia alumni Institut Teknologi Bandung ini.

 

Selain dosen pembimbing, kedua mahasiswa IAIN Kendari yang mengembangkan produk inovasi Hand Sanitizer berbahan baku Jeruk Etno Tolaki ini juga didampingi oleh Ketua Prodi Tadris IPA, Hasrin Lamote dan Dosen IPA, Ismaun. Pendampingan dilakukan selama mengikuti proses seleksi hingga menuju grand final dan pameran yang diselenggarakan di kampus UIN Ar-Raniry Banda Aceh.

 

Acara Penutupan OASE I PTKI se Indonesia diselenggarakan di tengah hujan deras yang mengguyur kota Banda Aceh. Event yang mengangkat tema “Integrasi Agama-Sains untuk Kebangsaan dan Kemanusiaan” diikuti oleh 2.955 peserta dari 184 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri dan Swasta se-Indonesia. Tuan rumah UIN Ar-raniry Banda Aceh berhasil meraih juara umum dengan medali emas terbanyak disusul UIN Yogyakarta dan UIN Maulana Malik Ibrahim Malang.

 

Baca Juga  Berantas Narkoba, Polres Bersama Pemda Konawe Canangkan Kampung Tangguh Anti Narkoba

Wakil Rektor III IAIN Kendari, Herman, mengatakan prestasi di tingkat nasional menjadi target utama pada bidang kemahasiswaan. IAIN Kendari akan mempersiapkan pembinaan mahasiswa untuk mengikuti kompetisi mahasiswa antar PTKI se Indonesia yaitu Pekan Seni, Olahraga Mahasiswa Nasional (PESONA) yang akan digelar tahun depan di Bandung, Jawa Barat.

 

“Prestasi akademik maupun non akademik menjadi sasaran utama program kerja bidang kemahasiswaan sebagai upaya dalam mendorong peningkatan akreditasi baik program studi maupun institusi,” tutupnya.

Penulis : Nunung

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here