Jelang Tahun Baru 2022, BPOM Temukan 125 Produk Rusak

0
Ket. Produk hasil intesifikasi BPOM Kendari, Senin (27/12/2021) doc Nunung

KENDARI – Jelang tahun baru 2022, Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Kendari melakukan intensifikasi pengawasan terhadap produk obat dan kosmetik. Sebanyak 125 produk rusak ditemuka. Hal ini diungkapkan Kepala BPOM Kendari, Yoseph Nahak Klau.

Yoseph, mengatakan, intensifikasi pengawasan diutamakan pada produk tanpa izin edar (TIE), kedaluwarsa dan rusak (kemasan penyok, kaleng berkarat dan lain-lain).

 

“Yang sarana distribusinya di distributor dan retail,” ungkap dia, Senin (27/12/2021).

 

Dirinya, menambahkan, intensifikasi pengawasan dilakukan mulai 1 hingga 21 Desember 2021 dengan total 39 sarana. 16 diantaranya sarana distributor dan 23 lainnya ritel.

 

Dari 16 sarana distributor terdapat 13 yang memenuhi ketentuan (MK) dan 3 yang tidak memenuhi ketentuan (TMK). Sementara dari 23 sarana ritel, 10 MK dan 13 TMK.

 

“Ternyata kepatuhan lebih tinggi dari distributor dibanding ritel. Ritel sebagian besar tidak memenuhi ketentuan karena menjual produk yang kedaluwarsa dan rusak,” terangnya kepada media.

 

Yoseph mengatakan, dari total TMK jelang Natal dan Tahun Baru (Nataru) ditemukan produk yang rusak sebanyak 125 item, kedaluwarsa 12 item dan tidak ada tanpa izin edar.

 

“Total nilai ekonomis temuan dari hasil intensifikasi jelang Nataru yakni 1.442 sebesar Rp2.043.500,” paparnya.

Intensifikasi pengawasan ini, dilakukan BPOM bekerjasama dengan lintas sektor yang terdiri dari Disperindag Sultra dan Dinas Kesehatan Kota Kendari.

Penulis : Nunung

Baca Juga  102 CTKL Divisi Dump Truck PT VDNI Tahap 17 Lulus Berkas, Cek Nama Kamu Disini!!

TINGGALKAN KOMENTAR

Please enter your comment!
Please enter your name here